0
Dikirim pada 15 Desember 2016 di Berita

Sejarah Terbentuknya Nama Desa Guyangan Jepara - Dijaman dulu kala ada seorang perempuan yang bernama mbah Kunarsih dan biasa dipanggil mbah sih,beliaulah yang pertama kali menginjak tanah guyangan., Sebelum bernama desa guyangan mbah Kunarsih senang sekali memelihara ternak apalagi kerbau dan bebek, karena ditanah Guyangan ini dulu belum banyak penduduknya dan masih jauh dari sungai, jadi mbah Seh memandikan dan membersihkan ternak"nya disebuah kolam yang lumayan dalam dan besar, banyaknya hewan" yang dipelihara oleh mbah Sih dan mbah Sihpun tidak dibantu oleh satu orangpun maka mbah Seh setiap hari membersihkan hewan ternaknya ke kolam itu sendiri.

Mbah Kunarsih itu adalah dayang desa Guyangan, beliau dipanggil dayang karena mempunyai ilmu gaib atau mempunyai kesaktian yang tinggi, konon dayang itu tidak mati tapi nglintang sukma disebut mati tidak ada mayatnya, dikatakan hidup tidak ada saudaranya, namun sebelumnya mbah sih itu nglintang sukma mbah Sih meninggalkan suatu pesan kepada warga didaerah itu kalau sampai kapanpun dan sampai akhir zaman, akan tetap menjadi desa Guyangan, seandainya kalau jadi desa ya namanya desa Guyangan, dan seandainya jadi kota ya tetap kota Guyangan. Diambil dari kebiasaan mbah Sih yang suka memandikan hewan ternakmnya dikolam karena dalam bahasa jawa memandikan hewan ternak adalah guyang seperti pesan mbah sih. Dulu pada akhir" zaman nanti akan tetap menjadi guyangan ataupun kota Guyangan.

Untuk mengenangkan tonggak sejarah suatu pemukiman, bilamana dan siapa yang ditokohkan menjadi cikal bakalnya. Dalam penelusurannya tidak lepas dari simpul benang merah yang erat hubunganya dengan proses perubahan-perubahan masa silam sekaligus dengan data, fakta, kejadian-kejadian, peninggalan kuno, prasasti, perpustakaan, nara sumber, legenda atau cerita rakyat turun temurun dari para pendahulu.

Di telusuri dari namanya, desa Guyangan masuk wilayah Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara jaman dahulu semula muncul pasti melalui proses kronologis panjang serta sederetan huruf yang menjadi kalimat GUYANGAN ini kehadirannya tidak muncul begitu saja tanpa sebab.

Untuk mengungkap  misteri ini sangat erat hubungannya dengan terdapatnya dengan peninggalan-peninggalan kuno seperti dukuh Balepanjang, makam Kalbakal, Makamdowo, Makam Toboyo serta pundhen Singoblendang di Suwawal Timur, didukung pula dengan adanya Gong buyut didesa Tanjung merupakan saksi bisu yang masih dapat diamati sampai sekarang.

Sejak Kehancuran Ujungpara Muncula Guyangan Pada pertengahan abad ke-17 Sultan Agung Mataram berusaha mengusir penjajah Belanda  dari daerah Pantai Jawa Tengah termasuk Ujungpara. Strategi pertahanannya dipercayakan kepada Singoblendang seorang warok dari Trenggalek yang membuat pos di bukit Donoroso (Lojigunung sekarang), bedhol pathok seluruh prajurit bersama sekar kedaton (puteri-puteri bangsawan kerajaan).

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia jilid IV halaman 1 - 2  menerangkan tentang kapan waktu adanya pemukiman di daerah Jepara belahan timur yang berhubungan erat dengan peristiwa perang Blabag atau Bedhahing Bumi Ujungpara. Diterangkan pula bahwa pada jaman Mataram Islam Sultan Agung III (1613 – 1645) daerahnya meliputi Jawa Tengah termasuk Ujungpara ditandai dengan batas wilayah pemukiman dengan tanaman randu alas (kapas hutan asal Kalimantan) serta penggantian penguasa dalam pemerintahan dengan cara turun-temurun (hirarkis).

Kemidian kapan dan siapa yang menjadi tokoh di panggung perjuangan deesa Guyangan dulu sampai ada tata kehidupan yang teratur sampai sekarang ini?

Terlukis pada buku “BEDHAHING BUMI UJUNGPARA” oleh Empu Ki Kridhasastra halaman 9 – 12 menerangkan dalam bentuk kidung kinanti :

Baca Selanjutnya>>

 



Dikirim pada 15 Desember 2016 di Berita
comments powered by Disqus


connect with ABATASA